Monday, October 24, 2016

BMW 310 GS Motor Touring Kelas Ringan

Rider Indonesia butuh yang seperti ini, motor advanture kelas ringan. Ya harap maklum, jalanan Indonesia kan agak kurang memungkinkan untuk advanture kelas menengah atau berat, berhubung dengan kondisi jalanan yang nggak selancar dan selengang diluaran sana. Paling-paling kalau naik GS1200R cuma bisa pakai gigi 1-2-3 udah, itupun cuma rpm rendah...xixixixixi

Kayaknya Kawasaki kalah start nih. Dulu sempat mencuat kabar kalo Kawasaki akan melahirkan Versys 250, tapi kabar itu hilang entah kemana. Padahal lumayan banget tuh. Nah, BMW dulu hadir di kelas ini, cuma cc-nya sedikit diatas batas kelas motor nggak mewah (Batasan motor mewah menurut UU adalah motor diatas 250cc), jadi tetep kena pajak gila. Secara kasat mata, motor ini adalah BMW G310 yang di GS-kan.

Motor ini disinyalir hasil kerjasama antara BMW Motorad dan TVS. Menurut informasi yang Mas Hiz dapet, design mesin dan body seluruhnya by BMW, TVS membantu dalam produksi. Tentunya TVS juga dapet keuntungan di sharing tekhnologinya BMW, yang kemudian menelurkan TVS Akula 310cc. Sudah bukan rahasia lagi kalau membuat basis produksi di India untuk pasaran Asia itu sangat strategis dari segi cost dan jangkauan cargo. Sudah ada 3 pabrikan besar yang memproduksi motornya di India, KTM, Kawasaki, dan BMW.

BMW yang cuma 310cc ini bersilinder tunggal, dengan semburan kekuatan torsi rendah ke menengah yang nampol, di 27.9 Nm, dan daya kuda maksimal di 34 HP. Cucok lah

Motor kelas advanture ini bukan diperuntukkan buat rider yang alay, maunya ngejar top speed. Karna top speed nggak bakalan ajib dimotor ini, tapi sensasi berkendara di rpm menengah ala-ala cruising speed yang jadi andalan, buat selap-selip kemacetan, stop and go riding behavior, nyaman binggo sepertinya.

Mas Hiz jadi teringat sama si torsi badak Suzuki Inazuma. Banyak bangetkan yang ngebully Inazuma, body bongsong, panjang, speed lemot. Ya itulah komentar pada speedfreak. Tapi coba apa komentar advantourer, nyaman, bertenaga di rpm bawah sampai menegah, pokoke enak deh buat touring jarak jauh.

Nah, jadi disini ada beda target market, dan yang dituju pasti rider yang sudah matang.

Dan ini dia spyshoot uji layak jalan di Eropa sana, Foto milik Om Leopold :


All New Yamaha R6 2017 & Spec - Design Diantara Pujian dan Celaan

Pecah telor...
Yeeee... akhirnya setelah hampir 10 tahun Yamaha R6 nggak ada perubahan design yang berarti, akhirnya memberanikan diri di 2017 mendatang hadir dengan tubuh baru. Tapi tubuh barunya ini mendatangkan pro dan kontra, pasalnya mirip banget sama kakak kandungnya, R1 2015. Aku sendiri mengira, design R6 2017 ini bukan hasil karya seorang designer, melainkan hasil karya marketer, yang notabene-nya marketernya itu bukan rider.




Yang pro dengan design baru R6 ini mengatakan "Asik dong, R6 serasa R1". Kemungkinan yang berkata seperti ini adalah mereka para raider yang belum matang jiwa ridernya, atau mungkin yang kepengen beli R1 tapi sakunya kurang tebel.

Yang kontra dengan design baru R6 bilang "R6 itu ya R6, bukan R1".

Entah kenapa dan ada apa sama si R6 ini ya? Perasaan si Panigale Series bentuknya mirip-mirip semua tu dari yang midle class sampai yang top tiernya, dan biasa aja tuh. Kawasaki Z series juga mirip mirip di entry level dan midle weightnya, si Z250 dan Z800, biasa aja tuh. Apa mungkin si R6 ini sudah punya fans berat sendiri dari segi designnya? Karna yang membedakan antara R6 dan R1 ini secara garis besar cuman sendalpot, alis, dan speedometernya, itupun speedometer Old R1 dipasangin di New R6...hmmmm...develop low budget nih Yamaha.

Hmm... gimana kalo kita kesampingin dulu pro & kontra yang ada, sementara kita tilik kelebihan-kelebihan yang diusung sama R6 model baru ini :

1. Dengan pakai body R1, diklaim 8% lebih airodinamic.
2. Sudah dibekali dengan 6 tingkat traction control.
3. 3 riding mode.
4. Tangki bahan bakar berbahan alumunium. Lebih ringan.
5. Suspensi depan KYB 43mm seperti sang kakak. Lebih mumpuni.
6. Udah dibekali sama quick shifter. Naikin sama nurunin gigi tanpa teken kopling.
7. 320mm dual disk brake. Lebih besar dari yang sebelumnya.

Thursday, October 20, 2016

Kawasaki Ninja 650 Major Facelift

Kawasaki rupanya nggak kehabisan surprise buat tahun depan. Setelah mengumumkan dua peliharaan baru, kali ini Si Ijo mengumumkan perubahan wajah di peliharaannya yang bernama Kawasaki Ninja 650, si sport tourer. Rubahan yang disematkan kali ini bukan hanya soal striping atau warna, tapi bener-bener operasi wajah dan tubuh. Dari segi mesin, ada beberapa tambahan fitur.

Inilah wajah barunya :

1. Wajahnya mengambil garis wajah ZX-10R. Begitupun lekuk-lekuk aduhai tubuhnya yang menawan.
2. Intrumen clusternya lebih mewah dan mudah dibaca. Lebih komplit dengan gear indicator. Sudah mengadopsi layar dengan negative film.

Selebihnya sama dengan Z650, bisa dibaca di Sini

Wah, jadi bener-bener sport tourer midle class yang eye chatching.

Kawasaki Z900 & Bocoran Spesifikasi. Menghidupkan Legenda Lama di Tahun 1972

Cinta lama belum kelar, mungkin itu ungkapan lelucon buat Kawasaki yang akhir-akhir ini hobi menghidupkan kembali para legenda lamanya. Seperti halnya Ninja H2 yang merupakan titisan dari Kawasaki H1. Z900 pernah hidup di tahun 1976.

Tapi pertanyaannya kemudian, kan udah ada Z800 dan Z1000 Sugomi Design, lalu kenapa dijejali lagi sama Z900, kan rapet banget jajaran line up motor nakednya. Apa iya buat mereka yang udah pernah punya Z800 lalu bakal naik kelas ke Z900. Opiniku, buat yang udah pernah ngerasain Z800, pastinya kalo pingin naik kelas ya ke Z1000, nanggung amat kalo cuma naik 100cc ke Z900. Itupun kalo masih suka sama Sugomi Design, dan masih nyaman sama motor yang tanpa electronic gizmo. Tapi kalo udah bosen sama si Ijo, ya pindah ke lain hati deh.


Atau mungkin Kawasaki menawarkan buat mereka yang udah puas sama 650cc buat punya pilihan, mau Z800 atau Z900. Dengan ini, kalo memutuskan naik kelas ke Z900, maka Kawak harus mempersiapkan mesin Z1200 buat naik kelas ke top tier, karna lagi-lagi nanggung kalo udah ngerasain Z900 lalu naik kelas ke kasta tertinggi cuma selisih 100cc ke Z1000. Iya nggak sih....?


Ahh.. langsung aja deh, ini dia penampakan Z900 2017

Bocoran spesifikasinya adalah :
1. 948cc berpendingin cairan. 4 piston sejajar.
2. 210.5 kg buat yang ABS, dan 208.5 kg untuk non ABS.
3. Lulus uji emisi Euro 4.
4. Tinggi tempat duduk pengendara hanya 794mm. Lebih rendah dari Z800.
5. Swing arm allumunium dengan bobot hanya 3.9kg.
6. Bobot frame hanya 13.5kg.

Kalau Z900 ini di set harganya tidak jauh dari Z800, bakalan laris manis nih mengingat bobotnya lebih lebih ringan dari Z800 dan tempat duduk pengendaranya yang juga lebih rendah dari Z800. Hanya saja masih penasaran kenapa Z900 ini dihidupkan lagi ditengah Z800 dan Z1000 ?

Ini penampakan Z900 di tahun 1972

Kawasaki Z650 2017 & Spesifikasi. Penghapusan ER6N

Kayaknya Pabrikan moge warna hijau asal Jepang nggak memperkenankan para pelanggannya buat pindah merk. Line up moge-mogenya komplit banget buat mereka yang mau upgrade cc. Nakedbike & Superbike semuanya komplit dari yang cc kecil sampe besar. Malahan sekarang dibikin makin rapet dengan dihidupkannya kembali si Z900, dan merubah ER6N menjadi Z650.

Ini dia penampakan Z650 di ajang EICMA & INTERMOT


Ini dia perbaikan-perbaikan yang dilakukan Kawak di piaraan barunya Z650

1. Dia sudah menggunakan casis baru, tralis frame, bukan lagi twine tube, yang katanya beratnya hanya 15kg. Ringan bingits.
2. Perubahan pada design swing arm. Jadi makin kece.
3. Suspensi depannya masih teleskopik, tapi katanya lebih besar.
4. Suspensi belakang horizontal.
5. Katanya konsumsi bahan bakar yang lebih baik dari ER6N sebesar 6.8 persen.
6. Peningkatan torsi di rpm bawah dan menengah.
7. Bobotnya lebih ringan 19kg dari ER6N.
8. 36mm throtle boddy.
9. Design baru kotak udara, intake dan exhaust cam.
10. Sudah dibekali dengan slipper clutch.
11. Header kenalpot yang lebih panjang.

Z650 ini mengingatkan ke tahun 1976. Keluarga Z yang mati dan dihidupkan kembali dengan tubuh yang benar-benar baru, hanya basic mesinnya saja yang masih sama dengan Er6N. Begini penampakan Z650 ditahun baheula:



Tuesday, October 18, 2016

KTM vs 4 Kerajaan Besar di Indonesia.

Sudah bukan lagi angan-angan ketika motor KTM turun harga di Indonesia. KTM benar-benar merealisasikan keinginannya untuk mengadu peruntungan di bumi pertiwi. Ya, mengadu peruntungan dengan bebebut kue dengan tiga kerajaan besar yang sudah lebih dulu ada di Indoneisa, Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki. Ibarat eksotisme Eropa melawan tiga warna kultur Jepang.

KTM telah sukses menciptakan rasanya sendiri, sebuah rasa yang nggak akan pernah didapetin dari merk sebelah. Seperti mesin-mesin pabrikan eropa pada umumnya, masing-masing pabrikan memiliki keunikannya sendiri yang nggak bakal dirasain di pabrikan sebelah. Ducati, BMW Motorrad, Aprilia, masing-masing punya rasa yang berbeda, begitupun KTM.


Nuansa kultur yang berbeda kita dapatkan di Jepang. Rasa yang kutangkap dari bumbu-bumbu persaingan pabrikan Jepang yang ada di Indonesia adalah rasa perlombaan menuju satu tujuan. Ya, hanya satu tujuan, yaitu merebut pasar. Sehingga rasa yang dihasilkan diantara pabrikan tidak begitu kentara. Saat pasar menginginkan lekukan yang tajam nan garang, maka semua mas-mas Jepang akan membuatnya. Lihat saja bagaimana Honda yang biasanya kalem dan bersahaja lalu membuat Honda CBR250RR dengan lekukan yang sangat tajam. Meskipun ada sedikit aneh dengan suzuki, yang kayaknya urung ikut gebuk-gebukan buat dapet kue.


Dengan sedikit perbedaan di strategi marketing, Kawasaki pun berbuat hal yang sama. Kawasaki menyesuaikan campaignnya dengan campaign international. Tapi tetep saja rasa mesin Jepang yang mengandung eksotisme yang sama, eksotisme pasar. Dengan menerapkan strategi ini memang akan menyebabkan persaingan yang cukup sengit, tapi juga mendatangkan income yang besar yang sebanding dengan persaingannya.


KTM dengan rasanya, berhasil merebut segmentasinya. KTM akan establish dengan pasarnya sendiri, ia membuat pasar yang hanya untuk dirinya. Lekuk design Duke dan RC yang khas dipadu dengan mesin silinder tunggal dan konvigurasi V untuk yang berkubikasi 600cc keatas, menghasilkan daya tarik yang berbeda. Seakan KTM mengatakan kalau motorku bukan motor untuk semua orang, motor-motorku hanya untuk penggemarku.


Nah, di Indonesia, KTM sudah sejak lama mendatangkan KTM Duke dan RC 250cc. Not the most powerfull I guess, but will be the most handly motorcyle in class. 



Yamaha MT09 2017 - Wajah Baru Keturunan Sang Kakak

Belum lama rasanya Yamaha MT09 hadir di tanah air. Yang punya motornya juga lagi seneng-senengnya nunggangin buat sekedar sunmori atau daily ride. Si Master of Torque terlaris di eropa periode tahun 2014. Konon katanya, ini salah satu wheelie machine yang harganya paling valuable. Ya, 850cc, inline 3.

Pada saat awal peluncurannya di Indonesia, MT09 ini laku 41 unit dalam 11 bulan saja. Motor dengan harga seperempat miliar bisa terjual sejumlah itu dalam setahun, itu sebuah pencapaian yang bagus di Indonesia, mengingat target market di kelas ini masih sensitif soal harga yang berbanding dengan value. Tapi kira-kira apa ya yang memicu Yamaha di Jepang sono buat mem-facelift si MT09 ini..

Langsung aja deh, ini dia penampakannya :

Wehehehehe... makin gahar aja ya.
Yang paling mencolok mata dari depan tu design lampu kayaknya ngambil dari MT09 Tracer, cuma nggak dikasih windshield. Dari belakang, dudukan nopol ngikutin gayanya MV Agusta, cuma bentuknya yang lebih membulat. Dari chasis, sendalpot, mesin, kayaknya sih nggak ada beda. Mungkin harganya ya yang beda-beda dikit lebih mahal lah.. hehehehe.

So, buat yang udah punya, silakan buat baper...xixixixi. Daripada baper, mendingan upgrade cc ajah. Buat yang belum punya, silakang nginden... tapi nggak tau nih kapan munculnya di Indonesia, lha wong MT10 aja belum diluncurin disini... yak...baper lagi... hadeeehhh